• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Portal Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
No Result
View All Result
Portal Banyumas Raya
No Result
View All Result
Home Purwokerto

Bimtek Kehumasan di Purwokerto Barat Bekali Pembina Pramuka Menjadi Jurnalis Lapangan

by Renae Browning
Agustus 22, 2026
in Purwokerto
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Purwokerto Barat – Sebanyak puluhan pembina Pramuka dari Kwartir Ranting (Kwarran) Purwokerto Barat mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan dan Jurnalistik yang digelar di Aula Bumi Perkemahan Kendalisada pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini menghadirkan Kak Yusep Kurniawan sebagai narasumber, dengan tujuan membekali peserta agar mampu menulis dan menyebarluaskan berita kegiatan kepramukaan secara akurat, informatif, dan menarik.

Bimtek ini diikuti oleh perwakilan pembina putra dan putri dari masing-masing Kwarran di lingkungan Kwartir Cabang Purwokerto Barat. Melalui kegiatan tersebut, keterampilan jurnalistik ditempatkan sebagai bagian penting dalam mendukung aktivitas kehumasan Gerakan Pramuka. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung berlatih menyusun berita berdasarkan kegiatan yang sedang berlangsung, sehingga menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kemampuan publikasi di lingkungan kepramukaan.

Dalam pemaparannya, Kak Yusep Kurniawan menegaskan bahwa fondasi utama jurnalistik adalah fakta dan akurasi. Menurutnya, seorang penulis berita harus mampu membedakan fakta dengan opini serta memastikan informasi yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kejadian di lapangan. “Berita harus dari fakta yang benar. Kesalahan dalam penulisan dapat membuat fakta menjadi opini,” ungkapnya saat memberikan materi. Pernyataan tersebut menjadi penekanan penting agar peserta tidak sekadar mengejar tulisan yang menarik, tetapi juga menjaga kredibilitas informasi yang dipublikasikan.

Materi selanjutnya membahas struktur dasar berita yang meliputi judul, teras berita, isi, dan penutup. Pada bagian teras berita, peserta diarahkan untuk mampu memuat unsur 5W, yakni what, who, when, where, dan why, sehingga pembaca dapat segera memahami pokok peristiwa sejak paragraf pertama. Sementara itu, bagian isi berita digunakan untuk mengembangkan informasi dengan unsur how sekaligus memperkuat tulisan melalui pernyataan narasumber. Peserta juga dikenalkan dengan penggunaan kutipan langsung dan tidak langsung sebagai bagian penting dalam membangun berita yang informatif dan memiliki sumber yang jelas.

Kak Yusep kembali mengingatkan bahwa kualitas berita sangat bergantung pada ketepatan informasi yang digunakan penulis. “Kunci dari penulisan berita adalah adanya informasi yang akurat,” katanya. Ia menjelaskan bahwa kemampuan jurnalistik tidak dapat terbentuk hanya melalui teori, melainkan membutuhkan latihan yang konsisten dan pengalaman atau jam terbang. Karena itu, peserta didorong untuk menjadikan setiap kegiatan Pramuka sebagai kesempatan berlatih mengamati peristiwa, menggali informasi, melakukan wawancara, menyusun data, kemudian mengolahnya menjadi berita yang mudah dipahami pembaca.

Selain penulisan, peserta mendapatkan materi mengenai pemilihan foto untuk berita online. Foto dinilai memiliki peran penting karena dapat memperkuat pesan yang disampaikan melalui tulisan. Karena itu, foto yang digunakan harus memiliki keterkaitan dengan judul dan isi berita sehingga tidak sekadar menjadi pelengkap visual. Setelah memperoleh materi, peserta kemudian diberi kesempatan mempraktikkan langsung kemampuan jurnalistik berdasarkan kegiatan yang sedang berlangsung. Sony Pamela dan Neneng, peserta dari Kwarran Purwokerto Barat, turut mengikuti praktik penyusunan berita sebagai bagian dari proses pembelajaran. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, kami langsung mempraktikkan membuat berita kegiatan SSC,” ungkap Sony.

Bimtek Kehumasan dan Jurnalistik ini pada akhirnya tidak hanya menjadi forum transfer pengetahuan, tetapi juga langkah untuk memperkuat kemampuan publikasi kegiatan Gerakan Pramuka dari tingkat ranting. Pembina diharapkan mampu mengubah berbagai aktivitas kepramukaan menjadi informasi yang terdokumentasi dengan baik, berbasis fakta, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan terus berlatih menulis, memperkuat kemampuan wawancara, memilih informasi yang relevan, serta menggunakan foto yang sesuai, para pembina diharapkan semakin percaya diri menjadi pengelola informasi di pangkalannya masing-masing.

Renae Browning

Renae Browning

Recommended

Harga Emas Antam Turun pada Selasa 1 September 2026

1 bulan ago

Bulan Dana PMI Banyumas 2026 Target Rp2,5 Miliar, Bupati Tekankan Transparansi

1 bulan ago

Popular News

    Connect with us

    • Redaksi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Privacy Policy

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Banyumas
    • Purwokerto
    • Cilacap
    • Banjarnegara
    • Kebumen
    • Jawa Tengah

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In