Pramuka Peduli Kwartir Ranting (Kwarran) Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, menggelar aksi bakti sosial dengan menyalurkan santunan finansial dan pendampingan moral kepada Agus Susanto, warga RT 04 RW 03 Desa Kalikesur, Kecamatan Kedungbanteng, yang menjadi korban sengatan listrik bertegangan tinggi. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026, di kediaman korban. Aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian gerakan kepanduan terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Musibah yang menimpa Agus Susanto terjadi secara mendadak dan menyebabkan luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis intensif serta proses pemulihan yang panjang. Akibat kejadian ini, mata pencaharian utama korban terhenti, sehingga keluarga pun terpukul secara finansial. Kondisi kritis yang dialami korban menggerakkan naluri kepedulian para anggota Pramuka di wilayah Kedungbanteng untuk segera mengambil tindakan konkret.
Dalam aksi tersebut, rombongan Pramuka Peduli Kwarran Kedungbanteng menyerahkan bantuan logistik dan dana santunan untuk meringankan beban keluarga korban. Selain itu, mereka juga menyempatkan diri untuk berdialog, memberikan motivasi, serta penguatan psikologis kepada korban dan keluarga agar tetap tegar menghadapi ujian hidup yang berat. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan rasa aman dan energi positif di tengah penderitaan yang dialami.
Ketua Kwartir Ranting Kedungbanteng, Supriyati, S.Pd., menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata dari nilai-nilai Satya dan Dharma Pramuka. “Pramuka bukan hanya tentang seragam dan kegiatan di pangkalan. Lebih dari itu, Pramuka harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Melalui Pramuka Peduli ini, kami ingin menanamkan semangat gotong royong, empati, dan kepedulian kepada sesama,” ujar Kak Supri. Ia juga menekankan pentingnya aksi sosial berkelanjutan di semua tingkatan ranting agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
Wakil Ketua Pramuka Peduli Kwarran Kedungbanteng, Tolkhahtus Syarif, menambahkan bahwa kehadiran tim tidak semata-mata untuk menyerahkan bantuan fisik atau nominal rupiah, melainkan membawa misi kemanusiaan yang lebih dalam. Menurutnya, musibah yang dialami Agus Susanto harus menjadi momentum refleksi bersama bahwa roda kehidupan tidak selalu berputar mulus. Semangat kepedulian lintas batas perlu terus dipelihara dan dirawat secara konsisten agar solidaritas sosial antarwarga tetap mengakar kuat ketika bencana atau musibah datang tanpa diduga.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran Pramuka Peduli sebagai pilar gerakan sosial yang inklusif, tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau status sosial. Prinsip mengulurkan tangan kepada sesama yang membutuhkan menjadi pondasi utama yang terus dipupuk. Aksi ini mengajarkan bahwa kepedulian sejati tidak menuntut kekayaan materi, melainkan dimulai dari iktikad tulus, keberanian untuk hadir, dan kerelaan berbagi rasa dengan sesama yang terluka. Kwarran Kedungbanteng berkomitmen untuk terus menjaga semangat ‘Pramuka Peduli, Pramuka Berbagi’ sebagai warisan nilai kemanusiaan antar generasi.


