Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Dinkes Jateng) akan melakukan evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul adanya kasus keracunan massal yang dialami sejumlah pelajar di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan melalui program tersebut.
Evaluasi menyeluruh ini meliputi penelusuran seluruh rantai pasok makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah. Dinkes Jateng akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah untuk mengumpulkan data dan informasi terkait kejadian keracunan tersebut.
Program MBG merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Namun, insiden keracunan massal ini menjadi peringatan penting bagi penyelenggara agar lebih ketat dalam mengawasi kualitas dan higienitas makanan. Dinkes Jateng berkomitmen untuk menindaklanjuti temuan di lapangan dan memberikan rekomendasi perbaikan yang diperlukan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti korban maupun lokasi spesifik kejadian. Dinkes Jateng masih melakukan penyelidikan mendalam dan akan merilis informasi lebih lanjut setelah proses evaluasi selesai. Masyarakat, terutama orang tua siswa, diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan gejala keracunan kepada petugas kesehatan terdekat.
Evaluasi total ini diharapkan dapat mengidentifikasi akar permasalahan dan mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan. Dinkes Jateng juga akan meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggara MBG di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah agar program ini berjalan aman dan bermanfaat bagi anak-anak.


