PURWOKERTO – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) PKBM Surya Muhammadiyah Banyumas tahun ajaran 2026/2027 diwarnai momen haru. Ratusan warga, didominasi anak tidak sekolah (ATS) hingga lansia berusia 55 tahun, mantap memulai perjalanan pendidikan baru. Acara pembukaan MPLS ini melibatkan puluhan lembaga belajar masyarakat dan digelar serentak dengan 25 PKBM lainnya di Kabupaten Banyumas.
Panitia mencatat antusiasme masyarakat untuk melanjutkan pendidikan sangat tinggi. Program ini berhasil menjaring ratusan peserta yang terbagi ke dalam tiga jenjang pendidikan kesetaraan. “Dari total 813 peserta yang masuk, terdiri dari 213 warga belajar Paket A, 225 Paket B, dan 374 Paket C,” kata Ketua Penyelenggara MPLS PKBM Surya Muhammadiyah, Asep Saeful Anwar.
Asep menambahkan bahwa keberagaman latar belakang peserta menjadi keunikan tersendiri pada tahun ajaran 2026/2027 ini. Bahkan, semangat belajar tidak surut meski peserta sudah berumur atau memiliki pasangan. “Latar belakang pesertanya sangat beragam, bahkan ada yang berusia hingga 55 tahun dan pasangan suami istri yang antusias mendaftar bersama,” ujarnya. Menurutnya, fenomena ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, Muhammadiyah, akademisi, dan masyarakat.
Kehadiran 25 PKBM secara serentak dalam acara tersebut makin mempertegas tingginya komitmen warga. Seluruh pihak bahu-membahu memastikan setiap warga Banyumas memperoleh hak pendidikan yang layak. Pemerintah Kabupaten Banyumas menyambut baik capaian besar ini, yang sejalan dengan ‘Program Pasti Sekolah’ dalam Trilas Program Banyumas.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan rasa syukur serta apresiasi setinggi-tingginya kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas. Pemerintah menganggap peran aktif tutor dan pengelola PKBM telah membantu menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) secara signifikan. “Saya menyampaikan apresiasi dan berterima kasih kepada jajaran Muhammadiyah Banyumas. PKBM ini sudah mampu merangkul lebih dari 800 warga belajar mengeyam pendidikan,” kata Sadewo.
Bupati Banyumas menilai PKBM memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri. Melalui wadah ini, warga belajar tidak hanya mendapat pengetahuan umum, tetapi juga wawasan keterampilan untuk masa depan. Pemerintah menegaskan bahwa penanganan masalah pendidikan butuh dukungan seluruh lapisan masyarakat. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam merangkul warga yang sempat terpinggirkan dari akses sekolah formal.
Sadewo berpesan kepada para peserta untuk menjadikan proses pembelajaran di PKBM sebagai perjalanan yang menyenangkan. “Oleh karena itu, saya berpesan manfaatkanlah kesempatan belajar di PKBM ini dengan sebaik-baiknya. Jangan ragu untuk bertanya, jangan takut untuk berdiskusi dan gali ilmu sebanyak mungkin,” tuturnya. Ia berharap gotong royong ini terus berlanjut demi memajukan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Banyumas.


