• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Portal Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
No Result
View All Result
Portal Banyumas Raya
No Result
View All Result
Home Banjarnegara

Protes Budayawan atas Pembongkaran Stasiun Banjarnegara Peninggalan Kolonial

by Renae Browning
September 17, 2026
in Banjarnegara
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pembongkaran sebuah stasiun kereta api peninggalan kolonial di Banjarnegara, Jawa Tengah, dilaporkan memicu kemarahan dari kalangan budayawan. Bangunan yang dinilai memiliki nilai sejarah dan arsitektur tinggi itu disebut telah dibongkar, meskipun belum ada pernyataan resmi mengenai alasan dan proses pembongkaran tersebut.

Seorang budayawan, yang namanya belum diketahui, menyatakan kekecewaannya atas tindakan tersebut. Menurutnya, stasiun tua itu bukan sekadar bangunan biasa, melainkan saksi bisu perjalanan sejarah perkeretaapian di Indonesia, khususnya di daerah Banjarnegara. Pembongkaran tanpa kajian mendalam dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap warisan budaya.

Stasiun yang dimaksud merupakan salah satu infrastruktur yang dibangun pada masa kolonial Belanda. Bangunan-bangunan semacam ini umumnya memiliki ciri khas arsitektur Eropa yang jarang ditemui saat ini. Keberadaannya sering menjadi objek studi bagi sejarawan dan arsitek, serta menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat yang ingin mengenal masa lalu.

Protes dari budayawan ini menyoroti lemahnya perlindungan terhadap bangunan cagar budaya di Indonesia. Meskipun ada undang-undang yang mengatur pelestarian cagar budaya, dalam praktiknya banyak bangunan bersejarah yang masih rentan terhadap pembongkaran, baik karena alasan pembangunan maupun kelalaian perawatan.

Masyarakat sekitar juga diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap aset sejarah yang ada di lingkungan mereka. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas pegiat sejarah, sangat diperlukan untuk mencegah hilangnya warisan budaya yang tak ternilai.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai pembongkaran stasiun tersebut. Namun, insiden ini menjadi pengingat bahwa pelestarian bangunan bersejarah harus menjadi prioritas bersama, agar generasi mendatang masih dapat menyaksikan jejak sejarah yang tersisa.

Kejadian di Banjarnegara ini diharapkan menjadi pelajaran bagi daerah lain agar lebih berhati-hati dalam merencanakan pembangunan yang bersinggungan dengan aset budaya. Dialog antara pemerintah, budayawan, dan masyarakat perlu terus dijalin untuk mencari solusi yang menghormati nilai sejarah sekaligus kebutuhan pembangunan.

Renae Browning

Renae Browning

Recommended

PC MNU Cilacap Gelar Rakor Paralegal di Patimuan untuk Perkuat Layanan Hukum Non Litigasi

2 bulan ago

Fraksi DPRD Kebumen Soroti Pemangkasan Anggaran dan Defisit dalam Raperda Perubahan APBD 2026

1 bulan ago

Popular News

    Connect with us

    • Redaksi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Privacy Policy

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Banyumas
    • Purwokerto
    • Cilacap
    • Banjarnegara
    • Kebumen
    • Jawa Tengah

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In