Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 yang berpusat di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, berdampak pada operasional kereta api di Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto. Sejumlah perjalanan kereta api di wilayah tersebut terpaksa dihentikan sementara untuk memastikan keselamatan perjalanan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa gempa yang terjadi baru-baru ini memicu langkah antisipasi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5. Petugas langsung melakukan pemeriksaan jalur dan prasarana perkeretaapian untuk memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan.
Menurut prosedur standar keselamatan, setiap terjadi gempa bumi dengan magnitudo tertentu, perjalanan kereta api akan dihentikan sementara. Hal ini dilakukan untuk memberikan waktu bagi petugas memeriksa kondisi rel, jembatan, dan terowongan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian daftar kereta api yang berhenti. Namun, pihak Daop 5 memastikan bahwa penghentian ini hanya bersifat sementara dan akan dilanjutkan kembali setelah pemeriksaan selesai.
Daop 5 Purwokerto melayani sejumlah rute di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa kereta api yang biasa beroperasi di antaranya kereta api jarak jauh maupun lokal. Namun, untuk sementara, sejumlah perjalanan mengalami penundaan.
Penumpang yang terdampak diimbau untuk memantau informasi resmi dari KAI melalui aplikasi atau stasiun terdekat. KAI juga menyediakan layanan informasi untuk membantu penumpang yang perjalanannya tertunda.
Gempa M 5,9 yang berpusat di Kepulauan Seribu sebelumnya juga dirasakan di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya. Belum ada laporan mengenai kerusakan besar atau korban jiwa, namun dampak terhadap transportasi darat, khususnya kereta api, menjadi perhatian.


