Wacana perpanjangan rute Kereta Commuter Line Prameks dari Yogyakarta hingga Stasiun Gombong terus memancing antusiasme publik. Di tengah penantian tersebut, komunitas pecinta kereta api (railfans) Kebumen melakukan riset dan simulasi teknis untuk menguji kemungkinan penjadwalan jika rute tersebut benar-benar direalisasikan.
Dimas, salah satu railfans Kebumen yang melakukan riset, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis modifikasi Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2025, perpanjangan relasi hingga Gombong dinilai sangat rasional. Dalam simulasi yang disusun, waktu tempuh normal dari Stasiun Gombong menuju Yogyakarta diperkirakan sekitar 1 jam 50 menit. Skema yang diusulkan adalah mengubah jadwal eksisting yang berjumlah 6 kali perjalanan pulang-pergi (PP) dengan terminus Kutoarjo, menjadi 4 kali PP yang diperpanjang hingga Gombong, serta 2 kali PP yang tetap melayani terminus Kutoarjo.
Simulasi ini tetap mengakomodasi pemberhentian di stasiun-stasiun strategis sepanjang jalur, seperti Karanganyar, Kebumen, Kutowinangun, hingga Prembun, yang selama ini banyak dipertanyakan oleh warganet. Namun, Dimas menegaskan bahwa hasil simulasi ini murni merupakan kajian dan riset mandiri. Untuk keputusan akhir, operasional, maupun realisasinya, ia sepenuhnya menyerahkan dan menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub dan PT KAI, termasuk perihal Public Service Obligation (PSO) yang diberikan untuk menutupi biaya operasional rute perpanjangan.
Upaya yang dilakukan komunitas railfans ini sejalan dengan langkah taktis yang tengah diperjuangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen. Sebelumnya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani telah menggelar audiensi resmi dengan DJKA dan PT KAI untuk mendorong realisasi perpanjangan rute tersebut. Kendati tantangan utama di lapangan saat ini adalah keterbatasan sarana train set yang harus dibagi dengan operasional Kereta Bandara YIA, pihak DJKA dan PT KAI tengah mengkaji solusi penambahan sarana serta peningkatan kapasitas angkut.
Mengingat jalur Kebumen–Gombong telah menggunakan rel ganda (double track), infrastruktur tersebut dinilai semakin mendukung kelancaran operasional ke depan. Dengan adanya kajian matang baik dari sisi birokrasi pemerintahan maupun simulasi teknis di lapangan, harapan masyarakat Kebumen agar layanan Prameks bisa menjangkau hingga wilayah barat (Gombong) kini kian menemui titik terang, sembari menantikan keputusan resmi dari pemerintah pusat.
Dalam simulasi yang disusun, beberapa jadwal keberangkatan dari Gombong diusulkan, misalnya pukul 04:20 WIB dan 08:15 WIB, dengan pemberhentian di Karanganyar, Sruweg, Kebumen, Wonosari, Kutowinangun, Prembun, dan Butuh, sebelum tiba di Kutoarjo dan melanjutkan ke Yogyakarta. Sementara itu, jadwal dari Yogyakarta juga disesuaikan, seperti keberangkatan pukul 04:20 WIB yang dimajukan dari jadwal sebelumnya. Namun, seluruh skema ini masih berupa kajian dan menunggu realisasi dari pemerintah.
Masyarakat Kebumen berharap perpanjangan rute ini segera terwujud, namun tetap menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat. Kehadiran simulasi ini setidaknya memberikan gambaran teknis yang bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kebijakan.
