Tiga pembina Pramuka dari Kabupaten Banyumas berhasil meraih penghargaan Pembina Berprestasi tingkat Jawa Tengah. Penghargaan tersebut diserahkan setelah Upacara Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah yang berlangsung di GOR Satria Purwokerto, Kamis (10/9/2026). Capaian ini menjadi kebanggaan bagi Banyumas sekaligus bukti bahwa pembinaan kepramukaan di daerah tersebut terus berkembang dengan dukungan pembina yang kompeten dan berdedikasi.
Ketua Bidang Binasatuan Kwarcab Banyumas, Agus Anggraito, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menggambarkan kualitas para pembina yang berada di Gugusdepan Mantap Kwarcab Banyumas. Menurutnya, para pembina tidak hanya aktif menjalankan kegiatan kepramukaan, tetapi juga terus berupaya meningkatkan kemampuan serta menghadirkan inovasi dalam proses pembinaan peserta didik. “Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembina di Banyumas terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan dan menghadirkan inovasi dalam kegiatan kepramukaan,” katanya.
Tiga penghargaan tersebut diraih oleh pembina dari tiga jenjang pendidikan dengan golongan yang berbeda. Pada golongan Siaga, Nurrina Dyahpuspita dari pangkalan SD Negeri 1 Bancarkembar berhasil meraih Juara 3 Pembina Golongan Siaga. Sementara pada golongan Penggalang, Danang Guruh Sukmawan dari pangkalan SMP Negeri 4 Purwokerto meraih Juara 1 Pembina Golongan Penggalang Tingkat Jawa Tengah Tahun 2026. Adapun pada golongan Penegak, Djubaedah dari pangkalan SMA Negeri 1 Sumpiuh juga berhasil meraih Juara 1 Pembina Golongan Penegak. Dua gelar juara pertama tersebut semakin memperkuat catatan prestasi Kwarcab Banyumas dalam bidang pembinaan kepramukaan di tingkat provinsi.
Ketiga capaian tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan Pramuka di Banyumas memiliki kekuatan pada berbagai jenjang, mulai dari pembinaan peserta didik usia Siaga di sekolah dasar, Penggalang pada jenjang sekolah menengah pertama, hingga Penegak di tingkat sekolah menengah atas. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Gugusdepan Mantap sebagai bagian dari penguatan pembinaan Gerakan Pramuka. Para pembina dituntut tidak hanya memahami kegiatan kepramukaan secara teknis, tetapi juga mampu merancang proses pembinaan yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik.
Ketua Kwarcab Banyumas, Agus Nur Hadie, memberikan apresiasi terhadap capaian yang diraih ketiga pembina tersebut. Menurutnya, penghargaan tingkat Jawa Tengah tersebut patut menjadi motivasi bagi pembina lainnya agar terus meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan kualitas dalam mendampingi anggota Pramuka. “Kami mengapresiasi prestasi para pembina ini. Semoga capaian tersebut semakin mendorong inovasi dan kreativitas dalam pembinaan kepramukaan di Banyumas,” ujarnya.
Agus Nur Hadie berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan yang diterima dalam momentum Hari Pramuka. Lebih jauh, capaian tersebut diharapkan dapat menjadi energi baru bagi seluruh jajaran pembina untuk terus mengembangkan pola pembinaan yang semakin kreatif dan adaptif. Menurutnya, kualitas pembina memiliki posisi penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan kepramukaan. Pembina menjadi sosok yang berinteraksi langsung dengan peserta didik dan menerjemahkan nilai-nilai kepramukaan ke dalam berbagai aktivitas yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Keberhasilan tiga pembina tersebut juga memperlihatkan bahwa prestasi Gerakan Pramuka tidak hanya diukur dari keberhasilan peserta didik dalam berbagai perlombaan. Kualitas sumber daya manusia yang menjalankan proses pembinaan menjadi bagian penting dalam membangun Gerakan Pramuka yang kuat dan berkelanjutan. Raihan Nurrina Dyahpuspita, Danang Guruh Sukmawan, dan Djubaedah sekaligus memberikan pesan bahwa pembinaan berkualitas dapat melahirkan prestasi pada berbagai golongan. Prestasi ini menjadi bagian dari rangkaian momentum Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwarda Jawa Tengah yang dipusatkan di Banyumas, sekaligus menegaskan bahwa Banyumas tidak hanya menjadi tuan rumah kegiatan, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas pembinaan kepramukaan di tingkat provinsi.


